IPB Badge

Lemak adalah bahan-bahan yang tidak larut dalam air yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan. Lemak yang digunakan dalam makanan sebagian besar adalah trigliserida yang merupakan ester dari gliserol dan berbagai asam lemak. Terdapat dua metode utama yang digunakan untuk memisahkan lemak hewan dari bahan bakunya, yaitu dengan pemasakan kering dan pemasakan basah. Pemasakan kering diawali dengan pemanasan bahan sambil diaduk, cairan dipisahkan, dan sisa diperas. Cairan dari pemasakan dan pemerasan dicampur, dan setelah didiamkan di pusar (sentrifus) disaring akan diperoleh minyak. Pemasakan basah diawali dengan penambahan air sebagai air pendidih atau uap. Pada umumnya, minyak atau lemak dikeluarkan dari air dan jaringan yang diekstraksi (Purnomo dan Adiono 2007).

Uji fitokimia dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya komponen-komponen bioaktif yang terdapat pada sampel uji. Uji fitokimia meliputi uji alkaloid, uji steroid, uji flavonoid, uji saponin, uji fenol hidrokuinon, uji Molisch, uji Benedict, uji Biuret, dan uji Ninhidrin. Komponen bioaktif yang terdapat pada buah pedada diantaranya alkaloid dan karbohidrat sedangkan komponen bioaktif yang tidak terdapat pada buah pedada ialah saponin, fenol hidrokuinon, gula pereduksi, flavonoid, steroid, peptida, dan asam amino. Manfaat dari komponen alkaloid adalah sebagai herbal dan obat. Karbohidrat berperan dalam  penyedia sementara glukosa dan penyangga di dalam dinding sel tanaman.

   Keong pepaya (Melo sp.) merupakan organisme yang termasuk dalam filum Mollusca. Morfologi dari keong winga yaitu  memiliki bentuk tubuh simetr bilateral, tubuh relatif berukuran besar, tubuh tidak beruas-ruas serta lunak dan ditutupi mantel yang menghasilkan zat kapur, bentuk kepala jelas, bernapas dengan paru-paru atau insang. Melo sp. termasuk dalam kelas  gastropoda, terdapat di laut, dan tergolong karnivor. Makanannya berupa mollusca berukuran kecil dan hewan air kecil lainnya. Cangkangnya berbentuk kerucut melingkar (whorl). Keong ini memiliki potensi ekonomi seperti sebagai bahan pangan dan sumber protein bagi manusia, dan dapat digunakan sebagai aksesoris. Tujuan praktikum karakterisasi keong winga ini adalah untuk mengetahui teknik preparasi keong pepaya (Melo sp.) dan mengetahui rendemen, laju kemunduran mutu, serta komposisi kimia (analisis proksimat). Rendemen Keong pepaya terdiri dari rendemen daging sebesar 45,57% sedangkan rendemen jeroan sebesar 11,06%. Rata-rata hasil analisis proksimat kadar air basis basah pada keong  pepaya (Melo sp.) sebesar 20,93% sedangkan rata-rata dari kadar air basis kering adalah 26,48%. Rata-rata dari kadar abu  keong  pepaya (Melo sp.)  adalah 10,79%.